Sahabat Rumah Belajar Kep Babel 2020

Belajar Dimana Saja ! Kapan Saja ! Dengan Siapa Saja !
 

Refleksi Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020

0 Comments

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Itu adalah kutipan dari Bung Karno, sang pendiri bangsa Indonesia. Beliau hingga akhir hayatnya berjuang demi keutuhan NKRI. Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang merdeka tanpa perjuangan dari Bung Karno serta para pahlawan lain yang gugur menjadi syuhada bangsa. 

Apa arti dari pahlawan? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, Negara dan agama. 

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 33 tahun 1964 tentang penetapan, penghargaan, dan pembinaan terhadap pahlawan Bab I Pasal 1, yang dimaksud dengan pahlawan dalam peraturan ini adalah sebagai berikut. 
  • Warga Negara Republik Indonesia yang gugur atau tewas atau meninggal dunia akibat tindak kepahlawanannya yang cukup mempunyai mutu dan nilai jasa penjuangan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa.
  • Warga Negara Republik Indonesia yang masih diridai dalam keadaan hidup sesudah melakukan tindak kepahlawanannya yang cukup membuktikan jasa pengorbanan dalam suatu tugas perjuangan untuk membela Negara dan bangsa dan dalam riwayat hidup selanjutnya tidak ternoda oleh suatu tindak atau perbuatan yang menyebabkan menjadi cacat nilai perjuangan karenanya.
Tahun ini, peringatan hari Pahlawan mengambil tema ““Pahlawanku Sepanjang Masa” . Peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 ini dilakukan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya mengingat masih dalam suasana pandemi COVID-19. Upacara bendera menjadi salah satu agenda utama namun wajib dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Hari pahlawan diperingati sebagai pengingat hari yang sangat penting dalam era perjuang bangsa, dan berlangsung setiap 10 November setiap tahunnya. Peringatan tersebut diingat saat pertempuran di Surabaya terjadi pada 1945 yang diawali dengan insiden perobekan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato. 

Dikutip dari Prbandungraya.pikiran-rakyat.com setelah insiden tersebut, kemudian Presiden Soekarno memerintahkan untuk gencatan senjata pada 29 Oktober 1945. Pertempuran kembali pecah pada 30 Oktober 1945. Saat itu rakyat di Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris. Pada pertempuran tersebut, jumlah kekuatan tentara sekutu sekitar 15.000 pasukan. 

Sekitar 6.000 rakyat Indonesia gugur dalam pertempuran di Surabaya yang terjadi selama tiga minggu. Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. 

Keputusan itu ditetapkan oleh Presiden Soerkarno. Kala itu Soekarno memutuskan juga hari nasional bukan hari libur, salah satunya yakni Hari Pahlawan 10 November. Hari Pahlawan 10 November merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara Republik Indonesia. Karena pada 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya. 

Sejarah hari Pahlawan 

Dikutip dari Prbandungraya.pikiran-rakyat.com Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, situasi Indonesia belum stabil, saat itu Indonesia masih bergejolak terutama antara rakyat dan tentara asing. 

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera tersebut meluas ke seluruh daerah-daerah, salah satunya di Surabaya. 

Pada pertengahan September, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada 25 September 1945. Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan. 

Hal ini memicu kemarahan warga Surabaya, mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Merah Putih. Mereka protes dengan berkerumun di depan Hotel Yamato dan meminta bendera Belanda diturunkan lalu kibarkan bendera Indonesia. 

Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir meruncing, karena Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut. Hingga mengakibatkan Ploegman tewas dicekik oleh Sidik di Hotel Yamato pun terjadi ricuh. 

Sejumlah warga ingin masuk ke hotel, tetapi Hariyono dan Koesno Wibowo yang berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga bendera menjadi Merah Putih. 

Kemudian pada 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata. Namun keesokan harinya, kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris, tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakan oleh milisi. 

Tewasnya AWS Mallaby membuat Inggris marah. Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Mallaby, ia mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan. 

Tak hanya itu, mereka pun meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00, 10 November 1945.Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November. 

Dikutip dari kompas.com, pagi-pagi sekali pada 10 November itu, tentara Inggris melancarkan serangan. Ini dibalas dengan perlawanan sengit dari pasukan dan milisi Indonesia. Pada pertempuran ini, ada banyak tokoh yang menggerakkan perlawanan. Salah satu yang paling kita kenal, Bung Tomo. Ada pula tokoh-tokoh lain seperti KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Hasbullah. 

Pertempuran Surabaya berlangsung cukup panjang karena alotnya perlawanan dari pihak Indonesia. Pertempuran ini baru mereda dalam sekitar tiga minggu. Diperkirakan 6.000–16.000 pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran ini. Kehilangan yang besar itu lantas menularkan semangat perlawanan di berbagai daerah lain di Indonesia. 

Dikutip dari Tirto.id "Dalam garis besar bahwa kegiatan Hari Pahlawan ini ada tiga main menu, yaitu upacara ziarah nasional, upacara tabur bunga di laut, dan upacara penganugerahan Pahlawan Nasional oleh presiden,” demikian kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto, melalui keterangan pers Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (9/11/2020). 

"Kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal dan termasuk berjuang melawan pandemi COVID-19 yang saat ini melanda dunia," tulis Kemensos. 

Kini, semangat pertempuran Surabaya yang tak kenal menyerah terbawa dalam jiwa penerus bangsa. Dengan peringatan hari Pahlawan ini, kita jadikan sebagai refleksi perjuangan mereka tanpa pamrih dalam mempertahankan kemerdekaan. Kita sebagai generasi milenial yang menikmati hasil jerih payah mereka, harusnya menghargai perjuangan para pahlawan dengan cara berjuang dan berkarya memajukan bangsa dengan keterampilan yang kita punya. Memajukan Indonesia dengan ide kreatif sesuai dengan bidang masing – masing agar generasi selanjutnya juga semakin bersemangat membangun Negara Indonesia yang telah dibangun dengan susah payah. 
Selamat Hari Pahlawan. Jasa – jasamu kukenang, kemerdekaan yang kau impikan akan kami pertahankan. Untukmu Negeriku, Kubaktikan. Al Fatihah 



*dari berbagai sumber

Read more...

Tugas Vlog PembaTIK level 4 - Siti Khadijah (SRB Kepulauan Bangka Belitung)

2 Comments

Assalamu alaikum Sahabat Rumah Belajar. Pada kesempatan ini, saya membagikan video vlog mengenai penggunaan model pembelajaran Project Based Learning yang terintegrasi Rumah Belajar. Vlog ini merupakan tugas akhir dari rangkaian PembaTIK level 4. Semoga bermanfaat dan menginspirasi ya. Salam Rumah Belajar. 

Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 
Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020
Read more...

Duta Rumah Belajar, Motivasi dalam Peningkatan Kompetensi

0 Comments


    Apa itu Duta Rumah Belajar? Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan dari Pustekkom Kemendikbud dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran di masing-masing provinsinya terutama Portal Pembelajaran gratis dari pemerintah yaitu Rumah Belajar (belajar.kemdikbud.go.id). Duta Rumah belajar merupakan garda terdepan Pusdatin Kemdikbud untuk mentransformasikan dan menggerakkan sesama guru dan tenaga kependidikan serta pemangku kepentingan di lingkungannya dalam pemanfaatan TIK, produk Rumah Belajar, TV-Edukasi, dan Suara Edukasi yang diimplementasikan pada proses pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Duta Rumah Belajar akan menjadi inspirasi guru – guru di wilayahnya dan menjadi guru yang inovatif menggunakan teknologi untuk pembelajaran.


        Perjalanan Duta Rumah Belajar sangat panjang, melewati serangkaian proses yang tidak mudah. Kegiatan ini dilakukan berjenjang dimulai dari level 1 untuk literasi TIK, level 2 implementasi, level 3 kreasi dan level 4 berbagi. Duta Rumah Belajar terpilih tahun 2020 yang merupakan peserta terpilih bimtek level 4 dari masing-masing provinsi, berkesempatan menjadi instruktur TIK nasional dan memperoleh penghargaan berupa piagam, perangkat TIK, serta hadiah menarik lainnya. 

Pemilihan Duta Rumah Belajar di bimtek level 4 merupakan hal yang paling dinanti oleh Sahabat Rumah Belajar (sebutan untuk peserta bimtek PembaTIK level 4). Para Sahabat Rumah Belajar berusaha untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan untuk bisa lulus dan terpilih. Adapun tugas yang harus diselesaikan  antara lain: membuat vlog, blog dan sosialisasi pemanfaatan portal Rumah Belajar. 

Saya merasa beruntung menjadi bagian dari keluarga Sahabat Rumah Belajar. Untuk memenuhi tugas, saya tetap berusaha menyelesaikannya ditengah keterbatasan yang saya punya. Baik itu karena signal yang tidak stabil, rasa minder melihat yang lain lebih mumpuni dibanding saya dan hal lainnya. Perjuangan menjadi Duta Rumah Belajar bukan akhir segalanya, namun itulah langkah awal mengemban tugas dan tanggung jawab baru. Menjadi Duta Rumah Belajar itu suatu anugerah, namun bukan obsesi semata. Masuk dan berpartisipasi dalam pemilihan Duta Rumah Belajar juga merupakan bentuk rasa syukur. Di dalam prosesnya, saya (sebagai salah satu Sahabat Rumah Belajar) diberikan kesempatan untuk peningkatan kompetensi diri. Diantaranya saya belajar mengembangkan tulisan dalam blog. Meskipun keterampilan menulis saya masih kurang, namun tetap semangat belajar. Belajar untuk lebih percaya diri menyampaikan materi dalam kegiatan sosialisasi kepada bapak / ibu di seluruh Indonesia, baik melalui tatap maya atau tatap muka. Meski sempat terkendala jaringan saat tatap maya yang jelas membuat hati cemas, namun tidak mengurungkan semangat berbagi. Bertemu dengan Sahabat Rumah Belajar dari provinsi lain yang juga membuka pemikiran, menambah wawasan dan yang jelas menambah relasi tentunya membuat saya banyak belajar dengan mereka. Pengalaman ini tidak terlupakan untuk saya. 

Menjadi Sahabat Rumah Belajar itu wajib, menjadi Duta Rumah Belajar adalah bonusnya. Setidaknya, pemilihan Duta Rumah Belajar membawa semangat baru saya untuk menjadi Guru masa kini yang terus belajar TIK. Tetap fokus dan berusaha untuk peningkatan kualitas dan kompetensi diri. Semangat berbagi untuk negeri dan untuk pendidikan Indonesia. Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 


Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 


#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020


Read more...

Rumah Belajar Menyapa Kepulauan Pongok (part 4)

0 Comments

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-peserta didik. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.

Untuk itu, guru diharuskan untuk meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi segala bentuk perubahan terutama di masa pandemi ini. Merdeka belajar bukan hanya milik para guru dan peserta didik yang tinggal di daerah yang serba lengkap fasilitasnya, namun juga menjadi hak bagi guru dan peserta didik di daerah terpencil.

Kepulauan Pongok merupakan pulau yang terletak kira-kira di tengah di antara Pulau Bangka dan Belitung, di tengah Selat Gaspar, yang sehingga kadang disebut sebagai "Pulau Tengah". Pulau ini termasuk daerah terpencil di kepulauan Bangka Belitung. Namun, meskipun tinggal di daerah terpencil, semangat untuk peningkatan kompetensi tetap tidak mau kalah dengan yang lain.

Sahabat Rumah Belajar kali ini menyambangi SMP Negeri 1 Kepulauan Pongok pada tanggal 19 Oktober 2020. Pengenalan Rumah Belajar ke lingkungan sekolah ini disambut baik oleh Kepala Sekolah yang kemudian diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh bapak/ibu guru beserta staf tata usaha SMP Negeri 1 Kepulauan Pongok yang berlangsung di Ruang Guru SMP Negeri 1 Kepulauan Pongok.

Kegiatan ini dibuka oleh moderator dan kata sambutan dari Wakil Kepala Sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi Portal Rumah Belajar. Saya mengenalkan fitur utama serta fitur  pendukung yang dapat dimanfaatkan  oleh bapak/ibu guru dalam kegiatan pembelajaran bersama peserta didik maupun dalam peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan TIK. 


Dan juga fitur yang juga membuat penasaran peserta sosialisasi adalah Program Keprofesian Berkelanjutan. Dalam fitur ini para pengguna akun yang terdaftar di laman SimpaTIK berkesempatan untuk meningkatkan kompetensinya dalam kegiatan seminar maupun pelatihan/bimtek yang dilaksanakan oleh Pusdatin Kemdikbud. Salah satunya adalah program PembaTIK, dimana para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti step by step level pelatihan, hingga muaranya memilih Duta Rumah Belajar. 

Di sesi tanya jawab, peserta sosialisasi Rumah Belajar sangat antusias merespon saya sebagai pemateri. Pertanyaan yang muncul diantaranya bagaimana penilaian pada LMS kelas Maya Rumah Belajar, pemanfaatan akses kuota belajar dari pemerintah dan juga bagaimana cara pendaftaran akun rumah belajar. Semuanya menunjukkan bahwa semangat bapak dan ibu guru serta staf tata usaha yang mengikuti sosialisasi ini sangat antusias dengan Rumah Belajar. 

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian souvenir dari Rumah Belajar berupa stiker Rumah Belajar untuk Bapak dan Ibu Guru di SMP Negeri 1 Kepulauan Pongok beserta staf tata usaha. Terima kasih saya ucapkan untuk seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan sosialisasi Portal Rumah Belajar di daerah Kecamatan Kepulauan Pongok. Dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan bapak dan ibu guru serta staf yang mengikuti kegiatan ini dapat memanfaatkan portal Rumah Belajar sebagai pilihan dalam mengkolaborasikan media maupun strategi pembelajaran yang digunakan bapak/ibu guru dan juga dapat membumikan Rumah Belajar di Kepulauan Pongok.






Daftar peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi di SMP N 1 Kepulauan Pongok dapat di akses disini

Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 

Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 

 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020


Read more...

SRB Berbagi untuk Negeri "Belajar Digital Demi Para Milenial"

1 Comments

Perkembangan teknologi pada era dewasa ini yang dipengaruhi oleh penggunaan jaringan internet yang digunakan oleh setiap kalangan. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan teknologi dengan jaringan internet digandrungi oleh para generasi milenial yang menjadi pengkonsumsi terbanyak sehingga hampir seluruh aspek dijangkau dengan perjalanan siber di dunia maya. Dan akibatnya, dalam pembelajaran sekarang ini didominasi penggunaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Guru dituntut tidak ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi tersebut sehingga kondisi ini mengharuskan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam mendidik dan mengelola kelas sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.

Masa pandemi yang masih berlangsung di Indonesia, membuat sebagian besar wilayah Indonesia melaksanakan pembelajaran daring. Kondisi ini membuat penggunaan teknologi bersifat “wajib” karena berlangsungnya pembelajaran jarak jauh. Untuk itu bermunculan banyak media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran sehingga menjawab kebutuhan generasi milenial atas kegiatan pembelajaran yang berlangsung di masa kini. 

Selasa, 20 Oktober 2020 saya bersama Andrico Pratama (SRB Papua Barat), dan Fitri Kamaliana (SRB Kalimantan Barat) menyelenggarakan webinar dengan topik "Belajar Digital Demi Para Milenial". Dalam webinar ini juga dihadiri oleh Bapak Harizal (PTP Pusdatin) dan juga bintang tamu spesial DRB Bangka Belitung 2017, Ismi Efriyanti, S.Pd., Gr yang memberikan waktunya untuk turut hadir pada webinar ini.


Acara dibuka oleh Bu Fitri Kamaliana selaku host dan moderator dan dilanjutkan dengan motivasi dari Bu Ismi selaku DRB Babel yang menambah semangat para SRB dan yang hadir untuk berbagi. Tak lupa beliau juga mengingatkan kepada SRB untuk menjaga kesehatan dan  menyelesaikan tagihan tugas karena sudah memasuki “injury time”. Setelah sambutan dari Bu Ismi, dilanjutkan dengan “sharing” materi Rumah Belajar sebagai platform pendukung pembelajaran untuk para milenial oleh saya sendiri. Didalamnya saya menyampaikan fitur yang dapat dinikmati ketika mengakses Rumah Belajar diantaranya ada kelas maya, sumber belajar, bank soal, laboratorium maya serta berbagai fitur pendukung dan sumber belajar lainnya.

Kemudian setelah pemaparan materi dari saya, dilanjutkan dengan “sharing” materi tentang pemanfaatan Kaizala dalam pembelajaran oleh Bapak Andrico Pratama, S.Pd., Gr yang sangat menarik yang dapat dimanfaatkan untuk presensi, latihan, maupun kegiatan rekam jejak pembelajaran. Sangat direkomendasikan untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. 

Setelahnya, dilanjutkan sesi tanya jawab dimana pertanyaan yang muncul yaitu mengenai keunggulan penggunaan portal Rumah Belajar fitur kelas maya terasa lebih berat dibandingkan dengan Google Suite for Education. Pertanyaan ini menjadi bahan diskusi yang serius dalam webinar kali ini. Bila dibandingkan dengan Google, portal Rumah Belajar masih dalam proses pengembangan terutama pada tampilan dan fitur – fitur nya. Namun, dalam proses ini dibutuhkan dukungan dari para guru Indonesia untuk dapat terlibat dalma pengisian konten pembelajaran dalam Rumah Belajar agar bisa dinikmati oleh semua komponen masyarakat. Portal ini akan dimanfaatkan oleh peserta didik yang kontennya dibuat oleh guru, dan digunakan juga untuk guru.


Bu Ismi juga terlibat dalam diskusi ini sekaligus memberikan jawaban atas pertanyaan salah satu peserta lainnya tentang bagaimana  cara menjadi Duta Rumah Belajar. Beliau memaparkan step by step nya hingga proses pemilihan Duta Rumah Belajar. Dan juga disertai tanggapan dari Bapak Harizal selaku perwakilan dari PTP Pusdatin terhadap kegiatan PembaTIK level 4 ini. Webinar ditutup dengan closing statement dari Bu Ismi sebagai Duta Rumah Belajar yang juga kembali memotivasi para Sahabat Rumah Belajar agar tidak berhenti berbagi. Karena dengan berbagi, tidak akan ada yang berkurang dari kita. Terus semangat berbagi  dan membawa kebermanfaatan untuk sesama. Sesi ini ditutup dengan foto bersama sesama peserta yang hadir dalam webinar. Diharapkan dengan pelaksanaan webinar ini dapat menambah inspirasi guru dalam mendidik dan meningkatkan kompetensi untuk menghadapi perkembangan teknologi yang pesat di era milenial yang mendukung terwujudnya merdeka belajar dan memajukan pendidikan Indonesia

 


Peserta yang mengisi daftar hadir dapat disini.

Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 

Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

 Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 

 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020




Read more...

Impelementasi TIK dan Pemanfaatan Rumah Rumah Belajar Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning

0 Comments
Sahabat Rumah Belajar (SRB) 2020 merupakan Influencer dari portal Rumah Belajar terus berbagi, menginspirasi dan mensosialisasikan serta memanfaatkan portal Rumah Belajar dalam dunia pendidikan demi terwujudnya merdeka belajar. Setelah beberapa rangkaian sosialisasi portal Rumah Belajar kepada guru – guru hebat seluruh Indonesia, baik itu secara tatap maya dalam wujud webinar maupun tatap muka secara langsung, rasanya kurang pas jika saya hanya mensosialisasikan saja tanpa menerapkan dan memanfaatkan secara langsung portal Rumah Belajar ini. Kali ini, saya akan mencoba memanfaatkan portal Rumah Belajar dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah sekaligus mengajak peserta didik mengenal dan memanfaatkan TIK dalam proses belajarnya bersama Rumah Belajar.

Di dalam portal Rumah Belajar banyak terdapat fitur – fitur, baik itu fitur utama maupun fitur pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran agar pembelajaran lebih bermakna dan lebih menyenangkan. Pada pemanfaatan portal Rumah Belajar kali ini saya akan mencoba memanfaatkan fitur Peta Budaya dan fitur Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan dikombinasikan dengan media pembelajaran lainnya seperti mesin pencarian Google, Google Form, Youtube, What App, dan Quizizz. Dalam proses pemanfaatan portal Rumah Belajar dengan peserta didik kali ini, saya menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan materi tentang Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme. 

Adapun langkah – langkah yang saya coba terapkan pada pemanfaatan portal Rumah belajar kali ini adalah sebagai berikut. 
  1. Tahap pertama “Pengenalan Masalah”. Pada tahapan ini peserta didik diminta untuk mengakases portal Rumah Belajar dan memanfaatkan fitur Peta Budaya. Peserta didik diminta mengunjungi dan membaca salah satu konten budaya dari provinsi Aceh yaitu “Rencong Aceh”, yang merupakan senjata perang khas aceh. Selanjutnya saya menghubungkan konten budaya ini dengan perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme sesuai dengan materi yang dipelajari saat itu. Kemudian saya memberikan rangsangan kepada peserta didik berupa pertanyaan mengenai “Perang apa saja yang dilakukan rakyat Indonesia melawan kolonialisme dan Imperialisme. 
  2. Tahap kedua “Mendesain Perencaan Proyek”. Pada tahapan ini saya membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan menjelaskan proyek yang dikerjakan pada pembelajaran sejarah kali ini yaitu peserta didik membuat video tentang rakyat Indonesia melawan kolonialisme dan Imperialisme. Dengan tugas ini saya berharap peserta didik dapat berkreasi dan memanfaatkan TIK dalam proses mebeljarannya kali ini melalui video yang mereka buat. Untuk bahan materi pembuatan video kali ini, peserta didik dapat mengakses berbagai media pembelajaran seperti google, youtube dan pastinya peserta didik dapat menfaatkan portal Rumah Belajar. Fitur yang dapat mereka gunakan pada tahap 2 ini adalah fitur BSE, yang dapat diakses dengan mendowload BSE secara langsung dan mempelajrinya. 
  3. Tahap ketiga “Menyusun Jadwal Proyek”. Pada tahap ini saya menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagaimana langkah – langkah serta tips dan trik dalam pembuatan video pada proyek kali ini mulai yaitu mulai dari proses rekaman, proses editing sampai dengan upload video hasil tugas ke youtube. Selanjutnya saya bersama peserta didik menyepakati mengenai waktu pengerjaan proyek dan batas akhir pengumpulan video. 
  4. Tahap keempat “Pelaksanaan dan Monitoring Proyek”. Pada tahap ini saya memantau dan memonitoring pengerjaan proyek peserta didik serta serta berdiskusi dengan peserta didik melaui aplikasi What App maupun tatap muka secara langsung mengenai kendala yang dihadapi peserta didik dalam pembuatan proyek video. 
  5. Tahap kelima “Menguji Hasil (Presentasi Video)”. Pada tahap ini saya menonton video hasil proyek peserta didik serta memberikan kritik dan saran yang membangun terhadap video yang sudah diupload ke youtube. Berikut beberapa video peserta hasil proyek peserta didik yang sudah diunggah ke youtube.

  6. Tahapan terakhir “Evaluasi dan Refleksi”. Pada tahap ini, untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran kali ini, saya memberikan kuis yang sudah saya siapkan melalui Quizizz. Untuk evaluasi akhir, saya memberikan soal – soal yang sudah saya siapkan melaui google form. Kemudian di akhir pembelajaran saya bersama peserta didik menarik kesimpulan pada pembelajaran kali ini. 
Nah itulah sintak pembelajaran yang saya terapkan pada pembelajaran sejarah kali ini dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning bersama portal Rumah Belajar. Pada pembelajarani ini siswa sangat antusias dengan proyek yang diberikan. Mereka belajar sejarah dengan mencoba cara lain yang belum pernah mereka coba yaitu membuat video. Dengan proyek ini mereka belajar hal yang baru yang belum pernah mereka lakukan dengan tanpa mengabaikan materi pembelajaran. Dengan pembelajaran bersama portal Rumah Belajar serta proyek video ysng ditugaskan, peserta didik diajak mengenal dan mencoba implementasi TIK dalam proses pembelajarannya. 

Ada begitu banyak aplikasi dan media pembelajaran yang hadir untuk mempermudah proses pembelajaran. Apapun pilihanmu, selama kamu bersama portal Rumah Belajar, pembelajaran akan terasa jauh lebih mudah dan menyenangkan. Rumah belajar menjadi jembatan yang baik antara guru dan peserta didik, portal ini memiliki fitur – fitur terkini yang membuat pembelajaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Ada pesan singkat dari Prof. R. Eko Indrajit, yaitu “Teknologi tidak bisa menggantikan guru, tetapi guru yang tidak menggunakan teknologi akan tergantikan”. Yuk mari kita gunakan dan kembangkan kompetensi TIK guru kita bersama Rumah Belajar.

Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 
Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020
Read more...

Mengenal Portal Rumah Belajar Sebelum Menggunakannya

0 Comments
Rangkaian kegiatan PembaTIK Kemendikbud masih terus berlanjut. Kemendikbud melalui salah satu program dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di portal Rumah Belajar yaitu PembaTIK ini, Kepulauan Pongok kembali bisa merasakan dan berkesempatan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Pulau ini. Portal Rumah Belajar memfasiltasi Pulau ini untuk tetap bisa mengikuti perkembangan zaman, Rumah Belajar membantu Pulau ini untuk mewujudkan merdeka belajar, Rumah Belajar membantu kami untuk maju bersama mencerdaskan Indonesia. Kemarin setelah menyapa guru dan rekan kerja di SMA Negeri 1 Kepualaun Pongok, sekarang saya menyasar anak didik saya sendiri untuk mengenal apa itu portal Rumah Belajar. Sebelum memanfaatkan Rumah Belajar sebagai sarana yang dapat membantu proses pembelajaran kami di SMA Negeri 1 Kep Pongok, peserta didik yang merupakan anak didik saya sendiri harustau dan mengenal apa itu portal Rumah Belajar.
Pada kesempatan kali ini, saya mencoba mensosialiasikan mengenai apa itu portal Rumah Belajar. Pada kegiatan ini saya berbagi kepada anak didik saya sendiri mengenai apa itu portal Rumah Belajar dan manfaatnya bagi mereka khususnya manfaat dalam proses kegiatan pembelajaran. Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan dibuka langsung oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kep. Pongok, bapak Tisa Susetyowati, M.Pd. Sebelum mengenalkan rumah belajar kepada anak didik saya, saya mencoba memotivasi anak didik saya bahwa mereka harus dapat mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang begitu pesat perkembangannya ini dengan cara kreatif dan bijak, selain itu saya menggali pengetahuan awal mereka mengenai produk unggulan Kemendikbud ini melalui beberapa pertanyaan mengenai portal Rumah Belajar ini. Ternyata dari hasil yang saya dapatkan sunggu di luar dugaan saya, meskipun sekolah kami terletak di pulau kecil yang akses menuju kota itu sangat jauh dan terkadang tekendala untuk mengakses internet tetapi anak didik kami mempunyai tekad dan keinginan untuk maju sama dengan anak didik di sekolah yang ada pada umumnya. Hal ini terlihat dari hasil yang saya dapatkan, ternyata ada beberapa anak didik saya yang sudah mengetahui bahkan mencoba untuk memanfaatkan portal Rumah Belajar ini meskipun sebelumnya belum pernah ada sosialisasi mengenai produk unggulan Kemendikbud ini.
Selanjutnya saya langsung mencoba mengenalkan kepada seluruh anak didik saya mengenai Apa itu Rumah Belajar ? Dan mengapa harus pilih dan menggunakan Rumah Belajar ?. Saya menyampaikan kepada anak didik saya bahwa portal Rumah Belajar adalah platform media pembelajaran dalam jaringan(daring) yang dikembangkan Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) Kemdikbud. Portal Rumah Belajar adalah portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran yang dapat mereka terapkan di era industri 4.0 ini. Dengan menggunakan Rumah Belajar, mereka dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis. 
Setelah itu saya juga menyampaikan kepada anak didik saya perihal mengapa mereka harus memilih dan menggunakan portal Rumah Belajar dibandingkan dengan platform – platform lainnya ?. Selain dapat diakses secara gratis, portal Rumah belajar memiliki fitur – fitur yang unggulan yang tidak kalah dan lebih menarik dibandingkan dengan platform media pembelajaran lainnya. Portal Rumah Belajar memiliki fitur utama dan fitur pendukung. 

Fitur – fitur utama yang menjadi unggulan portal Rumah Belajar adalah sebagai berikut : 
  1. Sumber belajar. Fitur yang menyajikan materi ajar bagi peserta didik dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan permainan.
  2. Kelas Maya. Sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan peserta didik. Dengan fitur ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan oleh peserta didik dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja.
  3. Bank Soal. Fitur kumpulan soal dan materi evaluasi peserta didik yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Tersedia juga berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian. Latihan merupakan kumpulan soal-soal berdasarkan satu topik yang bersifat sebagai latihan beserta pembahasannya. Ulangan merupakan kumpulan soal-soal berdasarkan satu topik tertentu. Ujian merupakan kumpulan soal-soal dari beberapa topik yang berbeda. 
  4. Laboratorium Maya. Fitur simulasi praktikum laboratorium yang ada disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja peserta didik dan teori praktikum. 
Fitur – fitur pendukung yang juga menjadi unggulan portal Rumah Belajar adalah sebagai berikut : 
  1. Peta Budaya. Peta budaya merupakan fitur yang berisi penjelasan sejarah, seni dan budaya, serta tradisi di setiap propinsi di Indonesia. Guna memudahkan peserta didik mempelajari budaya Indonesia. 
  2. Buku Sekolah Eletronik. Fitur Buku Elektronik Interaktif berisi buku-buku digital semua jenjang Pendidikan, serta pengetahuan umum tentang Karya Bahasa dan sastra. Sahabat dapat mengunduh buku-buku digital dan memanfaatkannya secara offline. 
  3. Wahana Jelajah Angkasa. fitur yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mempelajari system tata surya dan benda-benda ruang angkasa yaitu melalui fitur Wahana Jelajah Angkasa di Rumah Belajar. 
  4. Karya Bahasa dan Sastra. Fitur ini menyediakan buku-buku digital (e-book) mengenai bahasa dan sastra untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dengan kategori prosa, puisi dan literatur yang dapat di manfaatkan untuk mendukung literasi teknologi (technology literacy) atau literasi digital, dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 
  5. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Fitur PKB dapat Sahabat manfaatkan ketika mengikuti pelatihan secara daring. Sahabat hanya perlu masuk dan mencari jenis pelatihan yang tersedia, kemudian mendaftar pada kelas pelatihan tersebut. Selanjutnya Sahabat menunggu verifikasi dari penyelenggara pelatihan agar dapat mengikuti aktivitas belajar secara daring. 
  6. Edugame. Fitur ini menyediakan buku-buku digital (e-book) mengenai bahasa dan sastra untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dengan kategori prosa, puisi dan literatur yang dapat di manfaatkan untuk mendukung literasi teknologi (technology literacy) atau literasi digital, dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). 

Selain fitur utama dan fitur pendukung di atas, portal Rumah Belajar juga mengembangkan dan bekerja sama dengan sumber belajar lainya yang juga dapat dimanfaatkan. Sumber belajar lainya tersebut seperti Radio Edukasi, m-edukasi, Balai Pelestarian Cagar Budaya, TV Edukasi, PKP, Setara, E-Modul, P4TK-LPPKS, Kursus Daring dan masih banyak platform lainnya. 
Di akhir kegiatan sosialiasi pengenalan portal Rumah Belajar, saya melakukan tanya jawab bersama mereka mengenai portal Rumah Belajar ini sekaligus mengecek pemahaman mereka terhadap kegiatan sosialiasi ini. Dari kegiatan ini saya berharap anak didik saya dapat pemahaman tentang apa itu portal Rumah Belajar. Dan saya juga berharap setelah mereka mengenal portal Rumah Belajar ini mereka dapat memanfaatnya untuk membantu proses pembelajaran yang mereka jalankan.



Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta manfaatkan konten dan fitur – fiturnya ! 
Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja ! 

Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar 
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia 

Yuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud 

#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemdikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020

 

Read more...
 
Bu Guru Icha © | Copyright © 2020