Perkembangan teknologi di era digital seperti sekarang ini bertumbuh semakin cepat dari hari ke hari, bulan ke bulan hingga ke tahun kedepannya. Secara tidak langsung penggunaan teknologi ini meningkat tajam. Meningkatnya perkembangan teknologi yang semakin cepat ini membuat teknologi ini berdampak terhadap banyak bidang. Begitu juga hal nya di bidang pendidikan yang tidak bisa lepas dengan perkembangan dan penggunaan teknologi.
Perkembangan teknologi ini harus diimbangi dengan pengembangan kompotensi diri agar dapat mengikuti teknologi ini dan tetap dapat bertahan dengan kemajuan zaman. Dalam dunia pendididkan, seorang guru harus memiliki dan mengembangkan kompetensinya. Guru yang kompeten akan melaksanakan tugas belajar mengajar di kelas dengan penuh semangat dan menyenangkan, serta penuh makna, murid selalu mendapatkan hal baru setiap kali masuk kelas untuk belajar. Murid tidak akan pernah bosan untuk belajar di kelas karena gurunya kompeten. Pada akhirnya, guru kompeten akan melahirkan murid-murid yang rajin belajar karena mereka mencintai proses pembelajaran dan memahami arti penting belajar bagi masa depan.
Jika kompetensi guru rendah, maka muridnya kelak akan menjadi generasi yang bermutu rendah. Jangankan mampu bersaing, mencari pekerjaan pun sulit, sehingga bukan tidak mungkin kelak mereka akan menjadi beban sosial bagi masyarakat dan negeri ini. Sehingga kompetensi seorang guru itu sangat penting bagi guru itu sendiri dan bagi murid-muridnya. Seorang guru harus memiliki kompetensi karena seorang guru memiliki kewajiban untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan hanya cerdas secara fisik tetapi secara emosional juga. Sehingga tugas guru adalah mendidik bukan hanya mengajar, karena mendidik memilki makna yang lebih luas dan lebih kompleks dari pada mengajar.
Kemendikbud merupakan salah satu dari 34 kementrian di Indonesia. Kemendikbud merupakan kementerian yang menaungi dunia pendidikan di Indonesia, yang memiliki tanggung jawab akan kompetensi yang di miliki oleh guru – guru yang ada di Indonesia. Banyak jalan dan banyak cara yang dilakukan Kemendikbud untuk terus mengembangkan komptensi guru – guru yang ada di Indonesia. Salah satu jalan yang di berikan oleh Kemendikbud kepada guru – guru yang ada di Indonesia untuk selalu mengembangkan komotensinya adalah dengan fasilitas Pengembangan Keprofesian Berlkelanjutan yang ada di portal Rumah Belajar. Pengembangan Keprofesian Berlkelanjutan merupakan salah satu fitur pendukung yang di portal Rumah Belajar. Ketika memilih menu Pengembangan Keprofesian Berlkelanjutan pada portal Rumah Belajar kita langsung diarahkan menuju laman SimpaTIK. Atau Bapak/Ibu guru dapat mengakses laman ini di http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/
Pada laman SimpaTIK ini banyak berbagai pelatihan, peserta terlatih dan berbagai peyelenggara pelatihan yang tentunya dapat meningkatkan kompetensi para guru. Untuk dapat mengikuti pelatihan – pelatihan pada laman SimpaTIK ini ada beberapa tahapan, mulai dari registrasi akun sampai dengan konfirmasi pelatihan.
Dari berbagai pelatihan yang tersedia pada laman SimpaTIK, salah satu pelatihan unggulan yang dapat diikuti oleh para guru untuk meningkatkan komptensinya yaitu PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK). PembaTIK ini sudah dilaksanakan 3 tahun terakhir (2017, 2018, dan 2019)
PembaTIK adalah sebuah inisiatif, sebuah gagasan bagaimana guru dan tenaga pendidik di lingkungan Pusdatin berkolaborasi untuk semakin meningkatkan kompetensi TIK terutama di kalangan dunia pendidikan. Aktivitas PembaTIK mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level (4 leveling), yaitu level literasi (pengenalan TIK dasar), implementasi (mengadopsi pembelajaran sesuai abad 21, menerapkan pengetahuan yang diperoleh di level literasi), kreasi (menghasilkan produk dalam bentuk media pembelajaran), dan berbagi (membagikan semua kemmapuan yang dimiliki seperti menulis artikel, produk media pembelajaran, memfasilitasi video konferens atau melakukan komunikasi efektif lainnya).
Para duta ini menjadi wajah dari pemanfaatan TIK yang ada di Kemendikbud serta berkesempatan dalam mengikuti bimbingan – bimbingan teknis dalam pengembangan TIK di lingkungan Kemendikbud. Para duta di harapkan dapat menjadi penggerak, inisiator dan kreator pendidikan. Yuk ! Mari kunjungi dan gunakan portal Rumah Belajar, serta ikuti pelatihan - pelatihan yang ada di laman SimpaTIK kemendikbud untuk meningkatkan kompetensi keguruan kita demi mewujudkan merdeka belajar dan untuk maju bersama mencerdaskan Indonesia
Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju IndonesiaYuk follow rumah belajar di @belajar.kemdikbud
#MerdekaBelajar #NadiemMakarim #DutaRumahBelajar #SahabatRumahBelajar #PembaTIKBaBel2020 #PembaTiK2020 #PembaTIKlevel4 #PembaTIKlevel4Babel #Babel_pacak #bersamalawankorona #BabelBergerak #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar #PusdatinKemdikbud #kemendikud_ri #indonesiamaju #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #SahabatRumahBelajar2020








0 Comments:
Posting Komentar